Bulukumba – What a Beach!

Tahun 2015, saat jadwal trip sedang padat-padatnya dan uang di rekening sedang memprihatinkan, seorang teman mengajak saya ke Tanjung Bira. Sambil menghitung, mengais-ngais, dan menggabungkan saldo dari berbagai rekening, saya melihat detail itinerary. Sedih, masih terlalu mahal…

Oke, saatnya nego.

Intan, yang selanjutnya akan saya sebut sebagai Intan1 (karena ada 2 Intan di trip ini) memilih untuk menginap di Amatoa resort, resort paling terkenal dan termahal di sana. Saya memilih menginap di resort yang lebih murah, Cosmos Bungalow di pantai Bara, tidak jauh dari Amatoa resort. Dihitung-hitung… Oke, ini nominalnya lebih masuk akal. Dan kami pun berangkat…

Tanjung Bira terletak di Bulukumba, sekitar 5 jam perjalanan dari Makassar. Kami beberjumlah 7 orang, plus guide lokal bernama Pak Budi, yang menurut salah seorang teman wanita saya, adalah jawaban atas doa-doanya selama ini yang selalu memohon untuk bisa ngetrip bareng cowok yang mirip Joe Taslim (…???).

Pak Budi di tempat pembuatan kapal Phinisi di Bulukumba… Apanya yang mirip Joe Taslim ya?

Akhirnya, kami dan “Joe Taslim” pun sampai di Tanjung Bira. Setelah mengantar Intan1, Nesa, Angkin, dan Ryan ke Amatoa, driver mengantar saya, Intan2, dan Linda ke Cosmos bungalow. Oke, kesan pertama setelah masuk ke kamar, beda harga beda barang. Kesan kedua setelah lihat pantai di belakang kamar, what a beach! Ini adalah resort dengan fasilitas private beach terbaik yang pernah saya kunjungi. Jauh lebih baik daripada Amatoa. Pantainya sangat luas, pasirnya sangat lembut seperti berjalan di atas bedak bayi. Dan di area seluas ini, hanya ada kami dan seekor anjing yang senang berlarian di pinggir pantai bernama Rocky, milik pemilik resort.

Intan1 di Amatoa resort
Senja di Amatoa resort
Cosmos bungalows
Rocky tidak menggigit kan…

Saya lupa nama pemilik resort ini, kalau tidak salah berkebangsaan Inggris, dan menurut salah seorang teman wanita saya lagi, mirip Ryan Tedder vokalis OneRepublic (…?????).

Sejak awal saya sudah niatkan untuk tidak terlalu “sibuk” di trip ini. Saya lebih ingin santai menikmati pantai dan bermalas-malasan, karena masih agak lelah setelah trip saya sebelumnya ke Pacitan di Jawa Timur. Karena itu, saya memilih untuk tidak ikut melakukan scuba diving bersama Intan1, Angkin, dan Ryan di pulau Kambing di seberang Tanjung Bira (sebenarnya lebih untuk menekan budget), dan melakukan aktivitas santai di pantai dan snorkeling di sekitar pulau Liukang Loe bersama Intan2, Linda, dan Nesa (cewek semua…).

Cosmos bungalows
Linda dan Intan2 di Bara beach
Bara beach

Menang banyak? Tidak juga…

Pagi itu saya benar-benar dibangunkan dengan sangat tidak manusiawi oleh Linda yang menggedor-gendor pintu dan berteriak dengan suara cempreng-cempreng ngeselin khas Linda. “Mas Anto!!! Mas Anto!!! Bangun!!! Nanti telat!!!”. Dan saya pun seketika tersigap.

Sedikit tips dari saya, kalo bisa jangan ke Tanjung bira di waktu liburan sekolah, ruameee pol! Jadi rencananya hari itu sebelum ke Liukang Loe, kami mampir ke tempat penangkaran penyu. Disebutkan kalau kami bisa “berenang” bersama penyu. Tapi yang saya saksikan di sana benar-benar menyedihkan. Instead of berenang bersama penyu, tempat itu lebih cocok disebut sebagai tempat eksploitasi penyu. Penyu-penyu itu diangkat, ditarik-tarik, bahkan dinaiki oleh beberapa orang sekaligus oleh alay-alay yang entah dulu sekolahnya di mana. Saya heran, kenapa tidak ada pengelola yang melarang kelakuan-kelakuan barbar seperti ini? Ok, that’s enough… I don’t belong here. Saya langsung mengajak teman-teman saya untuk segera pergi dari tempat itu sebelum tambah kesel. Sampai di sekitar pulau Liukang Loe, praktis hanya saya yang turun untuk snorkeling. Linda dan Intan2 sempat turun sebentar, tapi tidak lama langsung naik lagi karena tidak tahan dengan arus yang memang cukup kencang. Sedangkan Nesa tampak mabuk laut dan hanya diam di kapal. Sayang sekali, padahal terumbu karangnya sangat bagus. Saya pun tidak bisa lama-lama di sana karena gak enak sama yang lain. Tak apa, dari awal memang saya tidak mau terlalu capek di trip ini.

Around Liukang Loe

Ya, kami memilih untuk sekedar bersantai dan bermain-main di pantai Bara di belakang hotel. Menikmati senja di pantai yang sudah saya masukkan di list sebagai salah satu pantai terbaik yang pernah saya kunjungi. What a beach…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *